29 Juli 2025 07:53:47
Dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Juli 2025, Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Firman Yusi, SP, bersama dengan Komunitas Konsevasi dan Pemerhati Bantaran Sungai Tabalong (KOPI BASAMUT) kembali menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon di bantaran Sungai Tabalong. Kegiatan diselenggarakan Minggu (27/7) di Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong. Menurut Padlianor, Humas KOPI BASAMUT, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sejumlah kegiatan komunitas ini. "Kegiatan hari ini memang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Sungai Nasional tahun 2025 tetapi merupakan bagian dari rangkaian aktivitas KOPI BASAMUT sebelumnya, hingga pada hari ini kami tidak hanya menanam, akan tetapi sekaligus menyulam dan memelihara pohon yang sudah ditanam pada kegiatan sebelumnya di bantaran Sungai Tabalong," ujarnya. Jenis pohon yang ditanam masih sama dengan kegiatan sebelumnya yaitu pohon waru. "Kami yakin dengan sifat perakaran pohon waru, pohon ini akan mampu membantu mengurangi longsor di bantaran sungai," paparnya. Pohon waru juga lebih mudah tumbuh, perakaran yang tumbuih cepat dengan jumlah akar yang cukup banyak dan mampu mengikat tanah. Sementara itu, Firman Yusi, SP, anggota DPRD Provinsi Kalsel dari Daerah Pemilihan Kalsel 5 (Tabalong, Balangan dan HSU) yang sekaligus Pembina dan Penasehat KOPI BASAMUT menuturkan jika kegiatan KOPI BASAMUT adalah bentuk inisiatif dan rasa tanggung jawabn dari warga untuk bersama-sama memelihara kelestarian alam di sekitar sungai. "Kelestarian alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun menjadi tanggung jawab bersama, hingga jika inisiatif dan kegiatan seperti yang dilakukan oleh KOPI BASAMUT diambil warga lainnya, maka Insya Allah perbaikan lingkungan akan semakin cepat," ujarnya. KOPI BASAMUT sendiri berkomitmen untuk menjaga dan memelihara lingkungan sekitar sungai. Komunitas ini melakukan aktivitas mulai pemetaan, perencanaan, pembibitan, penanaman hingga pemeliharaan pohon yang ditanam di sepanjang bantaran Sungai Tabalong.
Baca Selengkapnya...
29 Juli 2025 07:37:29
Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Firman Yusi, SP, kembali wujudkan aspirasi warga. Selasa (22/7) lalu, Pelatihan Teknisi Perawatan AC diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan di Desa Tanta Hulu, Kec. Tanta. Kabupaten Tabalong. Pelatihan dibuka secara resmi oleh sejumlah pejabat, termasuk anggota DPRD Kalsel Firman Yusi, perwakilan Disnaker Tabalong, Sekcam Tanta Erni Raudah, Kepala Desa Tanta Budi Irawan, dan Kades Tanta Hulu Muyadi. Kepala Desa Tanta Hulu, Muyadi, menyebut pelatihan ini merupakan hasil aspirasi warga yang disampaikan saat reses anggota DPRD Kalsel Firman Yusi. "Saat reses kami mengusulkan pelatihan servis AC, dan alhamdulillah disetujui hingga bisa terlaksana. Ini sangat bermanfaat karena tidak memakai Dana Desa, melainkan dari APBD Provinsi," ujarnya. Adapun peserta berasal dari Desa Tanta (6 orang), Tanta Hulu (8 orang), dan Nalui, Kecamatan Jaro (2 orang). Sekcam Tanta, Erni Raudah, mengapresiasi kegiatan ini. "Terima kasih kepada BLK Kalsel dan Pak Firman Yusi yang sudah memperjuangkan pelatihan ini. Semoga keterampilan ini bisa dikembangkan warga di desanya masing-masing," katanya. Senada, Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Tabalong, Resnadi, berharap hasil pelatihan dapat mendorong kemandirian desa. "Dengan keterampilan ini, warga bisa langsung membuka layanan servis AC dan punya sertifikat resmi," ujarnya. Anggota DPRD Kalsel Komisi II, Firman Yusi, menegaskan pelatihan ini sepenuhnya gratis bagi peserta karena dibiayai oleh Pemprov Kalsel. "Jangan karena gratis jadi tidak semangat. Ini kesempatan luar biasa. Tahun lalu di Banua Lawas, 6 peserta langsung kerja di dealer dan 3 buka bengkel sendiri," ungkapnya. Pemerintah provinsi Kalsel, menurut Firman memang tengah konsentrasi pada peningkatan sumber daya manusia. "Dalam RPJMD Kalsel 2025-2029, misi pertama yang diemban pemerintah Kalsel adalah Pengembangan Sumber Daya Manusia yang unggul dan berakhlak mulia. Karenanya pelatihan ini sangat relevan dengan misi tersebut, papar Firman, Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Diklat BLK Kalsel, Habib Zainal Assegaf, menjelaskan, pelatihan selama 20 hari ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tapi juga kemampuan komunikasi dan pelayanan pelanggan. "Kami ingin peserta bisa membuka usaha sendiri. Jadi terus pelajari dan ulangi ilmu yang didapat agar jadi teknisi yang andal," pesan Zainal.
Baca Selengkapnya...
08 Juli 2025 16:07:37
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS, Firman Yusi, SP menghadiri Penutupan Pelatihan Montir Sepeda Motor Injeksi yang dilaksanakan di Desa Pasar Batu, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, Senin (07/07) lalu. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan tersebut dibuka 11 Juni 2025 lalu dan merupakan program yang diselenggarakan atas aspirasi warga yang disampaikan kepada Firman sebagai wakil rakyat dapil Kalsel 5. Dalam kesempatan sambutannya, Firman menyampaikan harapan agar ilmu yang telah diperoleh dari dua puluh dua hari pelatihan akan bermanfaat bagi para peserta, khususnya menunjang ekonomi keluarga dengan keterampilan yang telah dimiliki. "Setelah pelatihan, prosesnya tidak boleh berhenti sampai disini, harus dilanjutkan dengan terus menambah pengetahuan dan pengalaman, termasuk melalui kegiatan magang," ujar Firman. Untuk pemagangan sendiri, BLK Provinsi Kalsel siap memberikan dukungan dengan surat rekomendasi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, papar Firman, tengah gencar menggenjot pengembangan kualitas SDM, karananya ia berharap pelatihan serupa dengan berbagai keterampilan akan bisa lebih banyak dilaksanakan oleh lembaga pelatihan terakreditasi seperti BLK. "Di era sekarang, memastikan bahwa penyelenggara pelatihan adalah lembaga terakreditasi sangat penting, sebab akan mempengaruhi nilai dari sertifikat pelatihan yang dilkeluarkan, khususnya di kompetisi lapangan kerja," ujar Anggota Komisi II ini. Firman juga berharap agar pihak Pemerintah Desa turut berkontribusi memantau dan memfasilitasi para alumni pelatihan untuk memastikan bahwa pelatihan yang diselenggarakan efektif mencapai tujuan yang diharapkan. Selain berkompetisi di dunia kerja, para peserta juga diharapkan memanfaatkan keterampilan yang telah dimiliki untuk berwirausaha. "Saat ini ada banyak peluang dan kesempatan serta dukungan dari pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten bagi mereka yang ingin berwirausaha. Yang terpenting harus para alumni pelatihan harus ada kemauan untuk mendapatkan informasi dan akses seluas-luasnya agar dapat menerima manfaat dari program-program pemerintah," pungkas Firman.
Baca Selengkapnya...
08 Juli 2025 15:48:37
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) mendorong penggunaan polybag berbahan purun untuk digunakan menggantikan bahan polybag berbahan plastik yang selama ini digunakan. Hal ini disampaikannya saat menyerahkan 150 buah polybag purun kepada Komunitas Konservasi dan Pemerhati Bantaran Sungai (KOPI BASAMUT) di Tanjung, Senin (07/07) lalu. KOPI BASAMUT sendiri adalah sebuah komunitas yang aktif melakukan kegiatan penanaman pohon di bantaran sungai Tabalong sebagai upaya menjaga dan mempertahankan manfaat sungai bagi lingkungan sekitarnya. “Dalam banyak aktivitas konservasi, bibit tanaman yang digunakan untuk penghijauan seringkali masih menyisakan masalah baru berupa sampah plastik yang berasal dari polybag yang digunakan, bahkan jika pohon ditanam bersama polybagnya, bahan plastik akan mencemari tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman itu sendiri,” ujar anggota Komisi II DPRD Kalsel ini. Karenanya, Firman mendorong komunitas peduli lingkungan untuk menggunakan polybag berbahan purun yang dalam kurun tertentu dapat terurai di dalam tanah sehingga tidak menimbulkan sampah atau pencemar plastik. Selain dapat memberikan keuntungan ekologis (ramah lingkungan) penggunaan polybag purun juga akan menimbulkan dampak ekonomis, karena produksinya akan melibatkan pengrajin lokal. “Bahan baku dan pengrajin purun ini sendiri menyebar di wilayah Kalimantan Selatan seperti Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Laut,” jelasnya. Hingga jika seluruh gerakan penanaman pohon yang di Kalimantan Selatan dikenal dengan Program Revolusi Hijau menggunakan bahan ini, maka keuntungan ekonomisnya akan langsung dinikmati masyarakat Kalimantan Selatan sendiri. “Karena itulah saya menantang kawan-kawan KOPI BASAMUT untuk menguji coba dan mempelopori penggunaan polybag purun ini, jika hasilnya sesuai harapan, maka semoga penggunaannya bisa kita dorong secara massif dalam berbagai kegiatan rehabilitasi lahan, konservasi atau penghijauan baik yang dilakukan pemerintah maupun swasta,” pungkasnya.
Baca Selengkapnya...
28 Juni 2025 06:43:41
Seperti Provinsi Bali, Kalimantan Selatan juga berpotensi mengembangkan pertanian organik. Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Kalsel dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Firman Yusi, seusai mengikuti kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalsel ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali di Denpasar (23/06) lalu. Tahun 2025 ini saja, Provinsi Bali telah mencatatkan ekspor 12.000 ton beras organik ke Amerika Serikat. “Pertanian organik menjadi peluang meningkatkan nilai tambah produk pertanian kita sekaligus memastikan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat kita, termasuk di bidang pertanian berlangsung secara berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar alumni Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat itu. Sebagaimana diketahui bahwa produk pangan berlabel organik menjadi trend gaya hidup sejak satu dekade terakhir. Sebab banyak penelitian menunjukkan bahwa pangan yang diproduksi secara organik sangat mendukung pola hidup sehat dan dapat meminimalkan resiko manusia mengidap penyakit tidak menular tertentu. Selain itu produk pangan organik juga diyakini mempercepat proses penyembuhan penyakit. Menurut Firman, dengan mengaplikasi pertanian organik, Kalimantan Selatan berkesempatan untuk mengatasi beberapa masalah yang saat ini mengemuka. “Petani kita masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk, khususnya pupuk bersubsidi, kemudian harga pangan kita yang masih belum stabil dan cenderung merugikan petani serta tingginya residu pupuk kimia di perairan Kalimantan Selatan,” tambahnya. Problem-problem ini bisa diminimalkan jika pertanian organik diterapkan di Kalimantan Selatan. Untuk mengaplikasikan dan menuai hasilnya memang perlu proses yang cukup panjang. “Provinsi Bali memulainya tahun 2009, membuat regulasinya di tahun 2019 dan sekarang petani organiknya sudah menikmati hasilnya,” paparnya. Diperlukan kerja keras yang serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan jika ingin menerapkan pertanian organik ini. Langkah yang harus dilakukan antara lain adalah ; identifikasi dan pemetaan wilayah potensial, penyusunan kurikulum pelatihan organik berbasis lokal yang mudah diterima dan diterapkan petani, fasilitasi sertifikasi organik lokal maupun nasional untuk menjamin mutu dan memperluas akses pasar, pemberian insentif dan subsidi untuk mendukung transisi petani menuju sistem organik. “Karena itu saya sepakat sekali kalau Provinsi Kalsel dalam waktu segera juga menyusun regulasi terkait itu, mencontoh Perda Provinsi Bali Nomor 8 tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik yang menuntun aksi pemerintah daerah untuk itu,” jelasnya. Petani Kalsel sendiri menurut Firman tidak akan terlalu sulit untuk menerima konsep ini, mengingat di beberapa wilayah praktek pertanian dengan penggunaan bahan kimia minimum sudah dipraktekkan. “Yang saya tahu petani padi lahan kering di pegunungan daerah hulu sungai dengan varietas padi lokal sudah mempraktekkan ini dengan baik, mereka menghasilkan beras gunung aromatik dari praktek ini. Pemerintah provinsi tinggal memberikan dukungan tambahan berupa perlindungan terhadap lahan dari konversi, membantu mempertahankan daya dukung lahan lewat subsidi dan bantuan pupuk dan pestisida organik serta mendukung dan memfasilitasi sertifikasi produk pangan mereka agar dapat masuk ke pasar global,” jelasnya.
Baca Selengkapnya...